kekuatan sibel air
pompa air

Tips Memilih Kekuatan Sibel Air Sesuai Kebutuhan

Kekuatan sibel air pada mesin pompa submersible bergantung pada sejumlah faktor. Seperti spesifikasi pompa serta seberapa besar pompa submersible tersebut. Pompa air jenis ini digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti sistem drainase, sumur bor, irigasi, pertanian, dan sebagainya. Sehingga, beberapa dari Anda mungkin kebingungan memilih jenis yang sesuai kebutuhan. Jangan khawatir, Anda bisa mengikuti tips-tips di bawah ini.

Pilih Berdasarkan Kedalaman Sumber Air

Terdapat dua jenis pompa submersible yang tersedia di pasaran, yaitu pompa submersible celup dan pompa submersible benam. Pompa submersible celup hadir dengan desain dan ukuran yang lebih kompak, sehingga sesuai untuk sumber air yang dangkal. Dan karena dimensinya yang tidak terlalu besar, daya pancarnya pun terbatas, yaitu kurang dari 10 meter.

Pompa submersible celup ini portable, artinya bisa dipindahkan karena tidak dipasang secara permanen. Pompa ini cocok untuk kebutuhan memompa akuarium, kolam ikan, dan kebutuhan rumah tangga. Sedangkan pompa submersible benam dipasang secara permanen dan cocok untuk sumber air yang dalam, bahkan hingga ratusan meter.

Karena itulah, pompa submersible benam seringkali digunakan untuk sumur bor. Butuh keahlian khusus dan perencanaan yang cukup kompleks untuk memasang pompa benam ini. Hal ini membuat harga dan biaya pemasangan pompa submersible benam lebih mahal daripada yang jenis celup.

Perhatikan Kapasitas Air yang Dapat Dihasilkan

Debit air adalah banyaknya air yang dapat dipompa dalam waktu per menit atau per jam. Sangat disarankan bagi Anda untuk memperhatikan kekuatan sibel air dengan volume debit air yang dapat dihasilkan oleh pompa submersible yang akan Anda pilih, karena berpengaruh pada durasi dan jumlah pemompaan. Semakin tinggi debit air, semakin cepat proses pompanya.

Contohnya, pompa yang memiliki debit maksimal sebesar 138 m3/jam mampu memompa air dalam kolam berukuran 36 m3 dalam waktu 15 menit. Namun, pompa dengan laju aliran sebesar 350 m3/jam mampu mengosongkan kolam dalam waktu hanya 6 menit saja.

Perhatikan Daya Listrik

Direkomendasikan untuk memilih pompa submersible dengan daya listrik rendah sehingga Anda masih dapat menghemat tagihan listrik. Namun, tidak ada salahnya jika memang Anda membutuhkan pompa dengan daya yang besar. Pompa submersible celup adalah pilihan yang tepat jika Anda lebih memilih low-watt pump.

Pompa celup umumnya membutuhkan daya di bawah 200 watts. Bahkan, ada unit yang memiliki daya listrik di bawah 100 watts. Sedangkan pompa submersible satelit biasanya memerlukan daya listrik di atas 200 watts. Ketahui bahwa daya yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan daya dorong pompa.

Artinya, semakin besar dayanya, maka semakin tinggi daya dorong pompa. Pastikan Anda memilih pompa dengan kekuatan sibel air yang lebih tinggi dari jarak sumber air ke permukaan.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *